Yamaha R25 Libas Ninja 250R Hanya dalam 2 Bulan

Jakarta, KompasOtomotif — Hanya butuh dua bulan bagi Yamaha untuk merebut takhta sepeda motor sport bergaya supersport alias full fairing dari tangan Kawasaki. Di segmen ini, praktis hanya tiga model sepeda motor yang bersaing, yakni Kawasaki Ninja250R, Honda CBR250R, dan yang terakhir masuk ke pasar Yamaha R25.
Mengacu pada data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) yang diterimaKompasOtomotif, Jumat (5/9/2014), Yamaha baru mulai memasarkan model terbarunya, R25, ke pasar domestik mulai Juli 2014. Kini, baru dua bulan pemasaran, Yamaha langsung berhasil menjungkalkan Kawasaki yang sudah bertahun-tahun berkuasa di segmen ini.
Data wholesale Agustus 2014, Yamaha berhasil menjual 2.202 unit R25, meninggalkan Kawasaki yang cuma melego 2.159 unit saja. Menariknya lagi, Yamaha hanya menawarkan R25 dalam satu varian saja, sementara Kawasaki melego Ninja 250R dalam dua pilihan, yaitu versi ABS yang terjual 1.714 unit dan non-ABS (445 unit).
Sedangkan Honda, yang mengandalkan CBR250R, hanya mampu menjual 152 unit, terdiri dari versi ABS 116 unit dan non-ABS (36 unit). Kekalahan Honda cukup dimaklumi karena mempunyai spesifikasi mesin yang berbeda, yakni satu silinder. Sementara R25 dan Ninja 250R menggunakan mesin dua silinder.
Kembali mengacu pada data AISI, periode delapan bulan pertama tahun ini tercatat, total penjualan sepeda motor sport mencapai 756.979 unit. Dari jumlah itu, hanya 27.706 unit disumbang oleh sepeda motor sport bermesin 250 cc (semua model dan merek) atau 3,6 persen dari total. Dominasi penjualan masih disumbang kelas 150cc, dengan 716.333 unit atau 94,6 persen terhadap total sport.
READ MORE - Yamaha R25 Libas Ninja 250R Hanya dalam 2 Bulan

Apakah Anda Tertangkap Kamera Google di Indonesia?

KOMPAS.com — Google Street View telah resmi hadir di Indonesia. Layanan yang bisa diakses melalui Google Maps ini menghadirkan foto-foto empat kota di Indonesia yang bisa dijelajahi secara virtual dengan pandangan 360 derajat.

Google merekam pemandangan Street View dengan sebuah mobil berkamera. Mobil ini terus-menerus menjepret foto lingkungan sekeliling dengan kamera khusus sepanjang jalan yang dilaluinya.

Tentu, keadaan di sekitar jalan ketika mobil Street View melintas pun turut terekam, termasuk orang-orang yang kebetulan ada di sekeliling. Hal ini  menimbulkan peluang untuk "mencari diri sendiri" dalam rangkaian foto yang disajikan Street View.

Seorang pengguna Twitter, yang berdomisili di Jakarta, bernama @ifahmi, misalnya, berhasil menemukan foto dirinya sendiri yang terlihat sedang melambai ke arah mobil Street View. Dia lalu mencantumkan foto itu dalam "cuitan".

Selain sosok orang, Street View juga merekam bangunan dan rumah-rumah di sepanjang jalan yang dilalui. Beberapa hal seperti wajah orang dan pelat nomor kendaraan diburamkan untuk melindungi privasi.
Perlu diingat bahwa gambar-gambar yang tersaji di Street View tidak direkam secara real time, tetapi pada masa yang telah lewat. Untuk area Jakarta, tampilan di Street View rata-rata direkam pada tahun 2013. Keterangan waktu pengambilan gambar tertera di pojok kiri atas layar tampilan Street View. 
Untuk mengakses layanan tersebut, penguna cukup membukan layanan Google Maps dibrowser, lalu klik simbol figur manusia berwarna kuning di pojok kanan bawah layar.

Gambar peta akan berubah untuk menunjukkan cakupan area yang bisa dijelajahi dengan Street View (ditandai dengan highlight berwarna biru). Setelahnya cukup klik di salah satu titik untuk mulai menjelajah.

Selain lewat browser desktop, Street View bisa pula diakses lewat perangkat mobileberbasis iOS atau Android. Nah, bisakah Anda menemukan potret atau rumah sendiri di Google Street View?
READ MORE - Apakah Anda Tertangkap Kamera Google di Indonesia?

iOS 8 Bisa Multitasking ala Surface?

KOMPAS.com - Apple sempat dikabarkan bakal menyertakan kemampuan multitasking ala tablet Surface pada update iOS 8, di mana dua aplikasi atau lebih bisa ditampilkan sekaligus.

Namun hal tersebut ternyata tak disebutkan dalam keynote WWDC 2014 yang berlangsung minggu lalu. Apakah itu berarti para pengguna gadget Apple harus mengubur harapan multitasking di satu layar?

Belum tentu. Seorang pengembang bernama Steve Troughton-Smith telah menemukan kode di dalam iOS 8 yang memungkinkan dua aplikasi berjalan berdampingan.

Artinya, paling tidak Apple telah mulai mengerjakan konsep tersebut, meski mungkin hasilnya belum siap untuk dilepas ke publik.

"SpringBoard milik iOS 8 memiliki kode untuk menjalankan dua aplikasi dalam satu layar. Ukurannya bisa 1/4, 1/2, atau 3/4 layar," kicau Troughton-Smith dalam tweet yang dikutip oleh The Verge.

Dari sini, Apple terdengar bakal mengikuti fungsi "snap" pada aplikasi tablet Windows, di mana ukuran window aplikasi di layar bisa diatur ukurannya, di samping berjalan berdampingan dengan aplikasi lain.

Misalnya menjalankan Twitter di sebagian kecil layar, sementara sisanya dipakai untuk browsing dengan Safari.

Boleh jadi, kemampuan "split-screen" tersebuti nantinya bakal diterapkan pada jajaran tablet iPad. Namun untuk saat ini belum ada informasi pasti dari pihak Apple terkait hal itu.
Sumber: The Verge
Editor: Wicak Hidayat
READ MORE - iOS 8 Bisa Multitasking ala Surface?
 

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.